Malam Itu di Line 3
Rudi, operator dengan delapan tahun pengalaman, mengecek tekanan mesin untuk kesekian kalinya. Angkanya sempurna. Mesin berjalan mulus.
Yang tidak sempurna adalah dirinya.
Tidurnya tak pernah lebih dari empat jam. Anaknya demam, target bulan ini naik, dan lembur terasa tak ada ujungnya. Di grup kerja ia tetap menulis “siap”. Di rumah ia diam.
Awareness · SadariSaat membersihkan sisa material, tangannya terlalu dekat dengan bagian yang masih bergerak. Pikirannya sedang entah di mana. Tangan Dewi, rekan di stasiun sebelah, refleks menariknya mundur.
Tidak ada yang terluka. Tapi lutut Rudi gemetar, dan ia sadar: yang hampir mencelakainya bukan mesin rusak, melainkan pikiran yang terlalu penuh.
Pukul enam pagi Rudi sampai rumah. Di meja makan, anaknya bercerita tentang sekolah. Rudi mengangguk, tapi pikirannya masih di Line 3. Ternyata tekanan kerja ikut pulang bersamanya.
Sebelum meninggalkan pabrik, Dewi hanya berkata, “Duduk dulu. Kopi?” Apa yang terjadi dalam lima menit berikutnya terbuka di Level 2.
Awareness · SadariTokoh dan kejadian adalah ilustrasi, namun mungkin terasa akrab di banyak lantai produksi, kantor, dan rumah.